Tempat ini bermula dari sebuah warung tenda kaki lima di pertigaan jalan Kapuk dan jalan Margonda Raya. Pemiliknya ya Cak Wit sendiri. Dari penuturan istrinya, warung ini sudah mulai berjualan dari tahun 1989 hingga sekarang, 20 tahun bo! Berkat ketekunan, kerja keras dan kesabaran, kini Cak Wit dan istrinya tidak perlu lagi berjualan di kaki lima karena mereka sudah mampu menyewa sebuah kios kecil yang tidak jauh dari lokasi berjualan sebelumnya. Ya, masih di pertigaan jalan Margonda Raya dan jalan Kapuk juga.
Sewaktu masih di kaki lima, warung Cak Wit ini menyajikan menu standar berupa nasi Uduk, Pecal lele/ayam goreng, ayam bakar, tahu/tempe goreng, dan soto ayam/sapi/babat. Dan menu ini bertahan lama hingga, setidaknya, 2005. Kini, ragam menunya merambah ke mi/kwe tiau goreng, nasi goreng ayam/kambing, dan bebek goreng. Khusus buat ayam dan bebek, ada pilihan ayam goreng kremes dan saus asam manis. Selain itu, ada pula hidangan ikan mas goreng/pepes/dan bakar.
Buat citarasa, makanan di tempat ini termasuk enak. Ayam gorengnya, goreng biasa dan kremes, dimasak bagus dan tidak terlalu kering. Dagingnya juga enak. Buat yang versi kremes, saya rasa kremesnya tidak segaring kremes seperti ayam Kalasan. Sedang buat ayam bakar, kuah kecap lebih mendominasi daripada bumbu ayam bakarnya. Hidangan lele di warung ini termasuk standar untuk lidah saya. Nasi goreng termasuk enak, apalagi yang nasi goreng kambing. Pilihan daging kambingnya bagus karena empuk dan tidak alot. Saya belum mencoba menu ikan mas tapi bebek gorengnya enak, bumbunya enak dan terasa di lidah.
Harga makanan di tempat warung Cak Wit termasuk murah. Kisaran harganya dimulai dari sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah. Ayam dan lele goreng biasa dihargai Rp8.000,- Buat yang pesan menu kremes harus membayar lebih mahal, Rp13.000,- Buat bebek, harganya lebih mahal dari ayam, paling tinggi Rp18.000,00. Menu mi/kwe tiau/bihun termasuk murah, sepuluh ribu hingga dubelas ribu rupiah. Dengan harga per porsi yang murah, tidaklah mengherankan jika tempat makan ini sering dikunjungi mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di Universitas Gunadarma kampus Margonda, selain oleh orang-orang umum.
Waktu masih berjualan di kaki lima, warung Cak Wit ini cuma buka malam hari. Sekarang, Cak Wit sudah mulai melayani pengunjung mulai dari jam 10 pagi hingga malam hari. Ini semua bisa terjadi karena dia sudah mampu mengontrak lahan khusus untuk restorannya. Jika Anda sedang berada di sekitar jalan Margonda Raya, tidak jauh dari Universitas Gunadarma kampus Margonda, tempat ini layak dikunjungi saat perut sedang lapar. Dan Anda tidak perlu khawatir apabila pengunjungnya ramai. Warung ini biasanya baru mendapat banyak tamu di jam makan siang saja. Apalagi yang ditunggu? Selamat bersantap, :)
Catatan: Sambal di warung Cak Wit mungkin terasa kurang pedas buat di lidah beberapa orang. Nasi gorengnya termasuk enak sedang mi gorengnya kurang mantap citarasanya. Sedang menu ayam bakarnya lebih mengandalkan kuah kecap daripada cita rasa bumbu bakar. Semoga ini bisa menjadi bahan peningkatan mutu di masa depan.